Sabtu, 29 Oktober 2011

Saya bangga menjadi muslimah dan mengenakan hijab (jilbab)

(Foto diambil dari facebook Abu Ibrahim El-Mereikka)
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya........” (An-Nur:31).

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al Ahzab: 59)

Hadis riwayat Aisyah RA bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dgn pakaian yg tipis lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata ?Hai Asma seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid maka tak ada yg layak terlihat kecuali ini? sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.

......dan wanita-wanita yg berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.? Keterangan Hadis ini menjelaskan tentang ancaman bagi wanita-wanita yg membuka dan memamerkan auratnya. Yaitu siksaan api neraka. Ini menunjukkan bahwa pamer aurat dan ?buka-bukaan? adl dosa besar.

Yang disepakati oleh para ulama adalah bahwa setiap orang, baik pria atau wanita, diwajibkan untuk menutup aurat. Dan bukan hanya selama mengerjakan shalat saja, melainkan ketika berhadapan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Sementara, batasan aurat wanita itu adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua tapak tangannya. Batasan ini sudah sampai tingkat ijma' dari kebanyakan para ulama. Sehingga bukan pada tempatnya lagi untuk diperdebatkan. Sama dengan ijma' para ulama tentang wajibnya shalat lima waktu, wajibnya puasa bulan Ramadhan.


Ini cuma sedikit sekali bahan yang saya copas dari beberapa blog lainnya...
Dan bisa dilihat dari foto diatas.. Dan artikan menurut hati nurani teman- teman sendiri..
InshaAllah, Allah selalu menunjukkan yang paling terbaik untuk umatNya..

Kamis, 27 Oktober 2011

Curhat Nomor 1

Sekarang, pas gak ngelakuin apa- apa, jadi kangen semua kegiatan dulu yang sempet gue hindarin waktu masa- masa kuliah.. Semua kegiatan nyeleneh yang ngasilin berjuta pengalaman dan temen.. Semua kegiatan yang kadang bikin kulit geseng, muka awut-awutan dan kapalan tapi menyenangkan..
Waktu SMP, gue pernah jadi anggota PMR, beberapa lomba gue pernah ikutin, dari yang ngegotong orang lewat jalan- jalan yang nanjak sampe nganter- nganter proposal kesana kemari..
Tapi semua kegiatan itu berhenti karena beberapa hal, salah satunya karena UNshit.. hohohoho..
Waktu SMA buaaaanyyyyaaakkk buanget kegiatan yang pernah gue ikutin, dari yang turun tebing sampe yang cuma nulis- nulis..
1. Bina vokalia, gue emang gak bisa nyampe nada yang kerendahan atau ketinggian, tapi segaknya suara gue ga buruk- buruk banget kalo di mic. *nyengir* sampe sempet ikut jadi paduan suara 17an di upacara provinsi atau padus di gedung DPRD.. atau malah padus di acara gubernuran menerima duta- duta besar di Lampung.. (huaaa.. kangen masa- masa itu)
2. PMR, karena gue merasa sudah berpengalaman dalam hal ini, jadi yaahh gue ikut- ikutan aja, walaupun gak bertahan lama.. Cuma sempet ikut baksos di desa pelosok :)
3. Majalah sekolah, wah disini gue juga ga bertahan lama, cuma sempet jadi wakil bendahara dan nulis beberapa artikel dan puisi, entah kenapa cerpen gue selalu gak kepilih.. huuffttt~
4. Pramuka, disini gue yang agak bertahan lama.. dari kelas 2 awal sampe gue mau masuk kuliah, dan berhenti dengan tiba- tiba karena gue kuliah yang berasrama.. Rindu banget masa- masa disini.. masa- masa ikut pelatihan sana sini, pelatihan dari yang cuma jurnalistik sampe sukarelawan, dari yang buat artikel, sampe turun tebing yang lumayan tinggi.. Dari yang seger buger sampe pingsan ditengah lapangan yang hujan.. Dari yang temen gue cuma satu sekolah, sampe punya temen beraneka ragam.. Dari yang hiking sampe berenang di danau ranau.. Ya ammpun.. rindu masa- masa ini.. Dan di waktu- waktu terakhir gue disana, gue sempet dapet jabatan/ masuk keanggotaan di cabang kota bandar lampung.. Kangen kaliaaann semuaa.. Dari hati gue yang terdalam, gue gak pengen tiba- tiba ilang dan gak bertanggung jawab.. Tapi situasi dan beberapa hal yang memaksanya :"( Rindunya akan masa- masa ini..
5. Segala macem bentuk lomba, dari lomba baca puisi sampe lomba nulis cerpen sampe lomba Duta Bahasa provinsi Lampung tahun 2006... huahahahah.. Pada kemana kalian finalis Duta Bahasa 2006. hahahahah..

Semoga apapun keputusan yang gue ambil, sekarang ataupun kemaren- kemaren itu yang terbaik untuk didepan dan dibelakang :)

Selasa, 25 Oktober 2011

"mu"

Beberapa kali ku jungkitkan hati ini, agar tak terlalu terbalik dengan apapun..
Dan juga sempat beberapa kali ku gulingkan hati ini agar tak sempat porak..
Kata-kataku kemayu, menginginkan helaian daun"mu" didekatku..
Tapi aku tak pernah tau "mu" itu apa.. siapa.. bagaimana..
Aku tak pernah tau "mu" itu dimana..
Karena yang kuinginkan hanya dekapan hangat nyaman dan apa adanya..
Karena yang kuinginkan hanya genggaman kuat, tak lepas dan melindungi seluruh jemariku..
Karena yang kuinginkan hanya simpul senyuman yang tulus dan sejukkan jiwa..
Tahukah ka"mu" ..
Wahai disana, seseorang berbalut pakaian keengganan..
seseorang berlapis  topeng keangkuhan..
seseorang yang kupandang dengan kacamata rinduku..
Tahuka ka"mu"
Wahai disana seseorang yang berdesah dengan nafas pilu..
seseorang yang memakai sorban  kesempurnaan..
Dan seseorang yang kurengkuh dengan penuh hati..
Siapa.. Bagaimana.. Dimana.. Apa.. pun ka"mu"..
Lekaslah tiba..
Aku menanti"mu"..

Senin, 24 Oktober 2011

Karena itu kenapa..

Tahukah kamu dikala senja mulai mengibarkan bendera jingganya, aku merindumu..
Tahukah kamu dikala malam menghitam pada seluruh ronanya, aku merindumu..
Tahukah kamu didalam tidur pulasku yang panjang, aku merindumu..
Tahukah kamu disaat ku buka mata, sebelum tersadar akan apa- apa, aku merindumu..
Dan tahukah kamu disaat terik menyengat kulit dan hijabku, aku merindumu..

Disaat ku terhuyung karena peluh letih berat yang ku angkut dibahuku, aku sempat merindumu..
Atau bahkan disaat ku tersenyum simpul lebar, aku juga merindumu..

Tahukah kenapa?
Aku tak pernah kau merinduku..
Aku tak pernah mau tau kau merinduku..
Aku tak pernah akan tau aku merinduku..
Tapi, dekap dan genggam itu yang tau..
Karena aku merindumu..

Minggu, 23 Oktober 2011

Pagi ini kulihat mega mendung di ufuk sana..
Ku termenung.. Merajuk pada langit..
Mengadu keadaanku pagi ini..
Berkata bahwa terkadang aku ingin dicintai bukan mencintai..
Berkata terkadang aku ingin diharapkan bukan membuat pengharapan..
Berkata aku ingin dipayungi bukan menaungi..
Berkata bahwa aku wanita biasa yang sangat biasa dan terlalu biasa..
Kubuka genggaman tangan ini, menanti sesuatu terjatuh diatasnya.
Tapi tak ada juga yang tejatuh..
Senyum simpul merekah dibibir disertai lelehan luapan keangkuhan..
Tuhanku.. MahaKuasaku..
Sesekali aku sangat ingin dibanggakan bukan hanya mengobral bangga milik orang lain..
Sesekali aku ingin berjalan diatas pijakanku sendiri, bukan pijakan kekeuatan beliau.
Tuhanku..~
Tak jarang kuungkapkan kata gelisahku..
Kata dimana ketika seseorang berlaku tidak adil padaku..
Kata dimana aku menyesali ketika aku telah berbuat adil kepada mereka dan mereka pergi begitu saja..
Dan tak lama hujan itu terguyur..
Dan aku terhuyung-huyung menghampiri teras rumah dan menyapanya dengan telapaj tanganku..

Sabtu, 22 Oktober 2011

Untitled

Rasanya masih duduk dibawah naungan atap dan diatas ubin ini..
Rasanya sebenarnya tak mau beranjak dari sini..
Rasanya kenyamanan cuma ada disini, walaupun aku tak bisa terus terusan berada dalam kenyamanan ini, karena tetap, aku harus maju.
Rasanya cuma beliau yang ada disini yang bisa terima aku apa adanya.
Yang tak pernah menuntut apapun dariku, hanya diriku sendiri yang menuntut untuk lebih baik dan membanggakan beliau.
Yang tak pernah berkata aku bodoh.
Yang tak pernah berkata aku jelek, tidak cantik.
Yang tak pernah aku bukan apa-apa.
Karena aku apa- apa dimata beliau.
Sebenarnya sangat tak ingin jauh, tapi aku harus tetap, tetap maju.
Walau hatiku akan selalu disini.

Peluk cium Ayah..Bunda..

Rabu, 19 Oktober 2011

Setiap keputusan pasti ada resikonya..

" Jangan mundur sebelum maju,la.. di jajal dulu.. setelah itu baru dipikirin.. kelamaan mikir.. keburu diambil orang.." pesen bunda sebelum maghrib tadi.
setelah aku pikir-pikir iya juga sih.
Ngapain kalah sebelum perang?
ngapain mundur sebelum maju?
ngapain riweuh mikirin ini itu kalo dijajal aja belum?
emang sih..kadang kita musti ngambil keputusan dengan pemikiran yang mantep.. biar ga nyesel kemudian.
tapi kapan kita majunya kalo tiap mau maju kita udah ini itu..
tiap keputusan pasti ada resiko.. ada dilema.. ada resiko..
mau tidur aja pasti ada resiko nya.. apalgi keputusan yang berhubungan dengan masa depan kita..
kalau cuma masalah- masalah kecil yang ntah pasti atau gak ngapain ditakutin kecuali udah berhubungan dengan prinsip kita..
ayokk atuh semangat..
kalo gak bergerak sekarang mau kapan lagi..
mau ketinggalan?

*lagi nyemangatin diri sendiri*

Galau setengah mampus!

Yaowoh aim pengen kerja di Jakarta Yaowoh..
Tapi kenapa belum ada yang manggil2 Yaowoh..~
Mau beud keluar darisini Yaowoh~
yang ada kesempatan besar malah disini :(
Galooooo pisaaann akuhh mamamaamamamamama~
Helep....!!!~~

Minggu, 16 Oktober 2011

Selamat Datang di musim peralihan (re: paceklik)

Selamat sore menjelang malam..
hahahaahah.. Akhirnya gue inget juga pasword blogspot gue.. yesss.. horeee.. *jingkrak jingkrak*
Okey saudarah saudarah sekalian, akirnya gue melewati tahap yang sangat membangggakan bagi seorang mahasiswa.. Tahap itu yakni Yesss! Alright! *jeng jeng jeng* WI...SU...DAAAA.... 29 September kemarin atau tepatnya 17 hari yang lalu akhirnya gue memakai barang item- item itu dikepala gue (re: TOGA). Oh tentunya bahagia campur terharu sekali pada hari itu, karena gue telah sukses melewati rintangan- rintangan yang aneh. Mulai ngajuin judul, BAB I hingga BAB V (semua dibarengi dengan dinas/ magang) dan hingga akhirnya gue sidang KTI (re: skripsi) di bulan suci ramadhan. Dan Alhamdulillah gue dinyatakan LULUS dan punya gelar Ahli Madya Kebidanan (Amd.Keb) .
Balik lagi ke hari wisuda, hari yang sangat mengesankan dan melelahkan itu pun terlewati dengan acara keluarga seharian penuh dan tanpa "dia" yang mustinya bawa sebuket bunga dahlia putih keacara itu :( Tapi it's okey, gak masalah, lama-lama jadi biasa juga, lama-lama serasa jomblo, cuma bedanya waktu acara ada yang nelponin aja. fiuuhhh~

Tiba keesokan harinya dimana gue langsung kerja di klinik hari pertama,. Sebenarnya gue gak terlalu minat kerja jadi asisten bidan senior gini, tapi karena dukungan dari dia akhirnya gue pergi kerja dengan agak sedikir keterpaksaan. Dan apa yang terjadi 3 jam kemudian, bokap merusuh dengan nelpon gue tiada hentinya dan bilang "Udah resign aja.. nanti ayahh cariin kerja yang bagus.." Loh? Loh? ada apa ini.. Padahal gue gak ngomong apa-apa. Dan pada akhirnya sore harinya pun gue mengundurkan diri disertai motivasi yang lain juga.

Dan kini gue berada pada titik peralihan (re: paceklik). rasanya sulit banget hidup gue. mau ngelakuin apapun gue bingung. disertai keadaan dompet gue yang udah koma sejak seminggu yang lalu. tambah galau lah hidup gue. gak bisa apa-apa. mau packing males kalo mikirin nanti disana tinggal dimana.. fiuuuhhh~ Udah dua panggilan kerja yang ngampirin gue, yang satu jadi customer services di APPCO GROUP yang satu  jadi perawat di PT TRUBAINDO Kal-Tim.. Dan dua-duanya ditentang orang tua.. okey what must i do? gue udah gerah, gak tahan, bosan, jenuh, gak kuat, huaaaaaaaaaaaa...~~

Maka itu buat temen-temen yang masih bergelar mahasiswa, bersyukurlah kalian.. karena setelah lulus, kalian akan menghadapi masa yang lebih paceklik dibanding masa ketika menyusun skripsi.. Disini nih masa mulai nentuin masa depan.. masa mulai berpikir jangka panjang.. masa musti full usaha dan pastinya sabar.. walaupun rasanya gue belum siap, tapi musti siap..

GANBATE, DILLA!
SEMANGKA!