Kamis, 17 November 2011

When this chapter end?

Hampir genap dua bulan, gue megang ijasah tapi tidak melakukan apapun alias pengangguran. Mungkin diawal- awal sedikit menikmati, karena akhirnya istirahat dari segala kesibukan dan kejenuhan waktu kuliah semester akhir kemarin. Masih bisa main, masih bisa jalan- jalan, masih bisa ketawa- ketawa, masih sering beli ini iyu dan pastinya masih punya semangat yang besar. Di pertengahan, mulai down karena sudah agak terlalu lama gak ngapa-ngapain. Dompet semakin gak bernyawa, gak bisa beli ini itu, gak bisa main, gak bisa mewujudkan keinginan- keinginan gue dulu waktu kuliah saat udah lulus nanti dan sudah mulai kehilangan semangat. Tapi ketika bertemu dengan teman- teman seperjuangan yang masih mengalami hal yang sama, gue masih bisa senyum, masih ngumpulin semangat lagi buat berusaha dan berjuang. Walaupun udah mulai jenuh banget sama kegiatan yang ini- ini saja. Dan juga uda mulai meringis sendirian dikamar, entah dengan alasan apa.. Mungkin jenuh, atau mungkin kenyataan tidak sesuai dengan harapan- harapan gue. Sampe disini, sempat terlintas diotak gue buat gak kerja sesuai profesi, mulailah melamar di perusahaan ini itu dengan jabatan yang kadang gue gak paham.  Dan beberapa panggilan untuk wawancara pun dateng, dua wawancara gue jabanin, sisanya tidak karena terlanjur merasa bersalah. Bersalah sama orang tua dan diri gue sendiri. Setengah mati gue selesain kuliah di tempat itu, apa iya gue musti kerja yang ujung-ujungnya ilmu gue gak terpakai sama sekali? Akhirnya gue hentikan. Dan orang itu pulang untuk lebaran haji, cerita ini itu tentang profesi dia yang gak jauh (satu lapangan) sama profesi gue.. Ya Allah.. Makin merasa bersalah aja. Dan makin pengen buat menerapkan semua ilmu yang udah pernah gue dapet selama kuliah. Rasanya seperti menyia-nyiakan kesempatan untuk menolong orang lain kalo ilmu itu gak dipakai. Okey semangat! Saat orang itu balik keperantauannya dan tak satupun harapan itu datang, rasanya  benar-benar jatuh, benar- benar merasa dibawah. Benar- benar merasakan kesulitan. Kesulitan dicampur dengan kejenuhan dan berbagai tekanan. Ya Allah.. Semoga aku kuat.. Walau gak tau sampai kapan.. Aku malah berpikir ingin tidur sampai episode ini berakhir..

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan..."
(QS : AS-SYARH : 5)

Senin, 14 November 2011

Untuk kamu..

Kamu.. Sudah tibakah disana? Ditempat peraduanmu?
Aku tetap termangu diiringi syahdu alunan yang sempat kau sisipkan..
Menanti kabar kepastian agar tak gundah hati..
Alunan itu malah membuatku makin merasa benar- benar sendiri..
Benar- benar tak ada lagi yang akan menemaniku dikala ku jenuh menanti kepastian masa depanku..
Benar- benar tak ada lagi orang yang bisa mengiringku memecah jenuh itu..
Benar- benar tak ada lagi orang yang membuatku mandi pagi dan jadi wanita sesungguhnya..
Kepulanganmu kali ini begitu berkesan.. Begitu melekat,kamu..
Kai benar- benar hadir disaat kubutuh genggaman.. disaat ku butuh dekapan hangat.. disaat kubutuh ditepuk bahu agar aku tak menyerah.. agar aku dewasa sesuai usiaku..
Kamu...
Aku rindu kamu..
Belum 48 jam tanpamu, tapi terasa berat.. Mungkin terdengar terlalu syahdu.. Tapi ini benar merindu..

Disini kini ku merasa sepi, benar sendiri..
Mungkin tetesan ini takkan tumpah saat kau dengar suaraku, karena aku mau seperti kamu, mau kuat.. Bukankah itu yang kau ajarkan?
Tapi setelahnya, aku pasrah.. Bahkan sering ku duduk di kursi mu, lalu kulakukan hal-hal yang seperti kau lakukann.. Bahkan jaket itu, masih kusimpan dengan rapi, masih dengan bau mu.. Atau malah kejutan itu, masih mendingin di kotak karena memang tak ingin ku kudap..
Ahhhhhhhh... aku merindumu.. benar merindumu..
Rasa ini terlalu lugu.. Tak bisa ku dekap walau hanya dalam hati..

Sabtu, 12 November 2011

Random

Seminggu sudah dilewatin,bener-bener gak kerasa. Semuanya terlewat seperti 7 detik bukan 7 hari.. Rasanya baru detik yang lalu,aku jemput dia di bandara, tapi pagi ini udah musti anter dia ke  bandara lagi. Liburan singkat yang sangat berkesan. Dia gak berubah. Dia tetap "mas"ku..
Dua satnite ini kita lewatin bareng. Idul adha dan seminggu setelahnya. Everyday is amazing. Sangat akan merindukan waktu-waktu ini. 10 hari yang lalu, ketegaranku diusik dengan kabar dia akan pulang dan liburan. Dan benar-benar terusik setelah lewati seminggu ini, sekarang ku coba kumpulkan tegar dan kekuatan itu kembali. dan akan segera melewati kerinduan yang berkepanjangan lagi dan lagi.

"Hay kamu.. Terima kasih ya.. Terima kasih telah membuatku sangat manja seminggu ini.. Terima kasih telah menemaniku seminggu ini.. Terima kasih atas cerita-ceritamu.. Terima kasih atas keceriaanmu.. Terima kasih.. Terima kasih.."

OH NO! I CANT STOP CRYING UNTIL I WRITE THIS BLOG!
T.T
Dari pergi sampe pulang dan sudah sempat di telpon, di Ym, sudah hampir setengah jam didepan laptop, masih gak bisa berenti.. Ya Allah.. T.T

"Allahku.. Lindungi dia.. Jaga dia selalu.."
T.T

Seminggu..

Hai impian nyataku.. 168 ini sangat berharga.. Meraskan genggaman itu penuh kekuatan.. Menyandarkan kepalaku dibahumu itu meluapkan rindu.. Mendekap eratmu itu menghangatkan..
Boleh sejenak ku tatap matamu?
Maka aku akan berkata, "Segeralah.. Hatiku sungguh tak tenang.."
Boleh sekali lagi sejenak ku tatap matamu?
Maka aku akan berbisik, "Raih hidupku untuk hidupmu.."
Lalu dengan leganya aku tersenyum..
Menanti tanganmu genggam aku, lalu menarikku dengan lembut untuk segera bersamamu..
Menanti bahumu selalu ada bahkan disaat suram, kelam dan legam..
Menanti dekapanmu yang sambil membisikkan sejuta kata yang bermakna "Mari..Kita bersama.."
AKU AKAN BERLARI SEKENCANGKU DAN BERTAHAN SETEGAR HATIKU..
Agar bisa wujudkan semua nyata impian..

Oh ya..
Burung layang diantara awan itu takkan buatmu jauh dariku..
Karena hanya jiwa yang mendesah, berkata, melenguh dan berbisik..
Karena hanya jiwa yang mampu ungkapkan gelisah, rasa dan asa..
Bukan angin. Bukan angin. Bukan angin..

Salam hangatku untuk peraduanmu.. Sabar ini akan selalu membelengguku, karena aku yakin suatu nanti, belenggu ini akan berwujud pakaian tetesan haru perjuangan..
Salam hangatku juga untuk peraduanmu, siapkan dirinya.. Aku segera kesana :)

Kamis, 10 November 2011

Jadi apa yang kuinginkan (recovered)

Jangan pernah berubah.. Ingat janjimu..
Jangan pernah menghilang dari hatiku... :)

Aku sendiri disini menunggu..
Aku sendiri disini menanti..
Aku tlah terbiasa untuk berharap..
Berlari untuk mengejar dirimu..
Dalam menggapai semua impiku..
Semoga kau kan tetap, jadi apa yang kuinginkan.. :)

Kamu.. Iya kamu..

Hai kamu..
Iya kamu..
Terima kasih telah membuat celah terang di sisi janggalku..
Terima kasih telah menjadi jari-jari dalam setiap tulisanku..
Terima kasih telah menjadi guru dalam kedewasaan..
Terima kasih telah menaungiku walau tak segenap hatimu..
Terima kasih telah diizinkan menyapamu dengan akrab..
Terima kasih telah kau pinjamkan bahumu sejenak dalam nyata..
Terima kasih telah menjadi kaki palsuku disaat ku pincang..
Terima kasih telah menjadi pengemudi sesaat..
Terima kasih telah mengajarkanku mengukir harapan nyata di masa depan..
Terima kasih telah memberitahuku banyak tentang dunia, walau banyak yang tak ku dengarkan..
Terima kasih telah menjadi sempurna dengan kekuranganmu..
Terima kasih akan seluruh niatanmu membuatnya menghasilkan bonus, bukan sekedar pencarian..
Terima kasih kamu.. Iya kamu..
Maaf aku tak pernah jadi terlalu terang dalam setiap sisiku..
Maaf aku tak pernah menulisnya dengan baik walau jari-jariku hampir luka..
Maaf aku bukan murid terbaik dalam setiap pelajaranmu..
Maaf terkadang aku masih basah kuyup walau payungmu telah aku buka dengan luas..
Maaf terkadang aku tidak menyapamu dengan baik..
Maaf mungkin sering aku sombong dan tak butuhkan bahumu..
Maaf aku sering terjatuh dan merepotkanmu..
Maaf aku bukan penumpang yang baik..
Maaf aku sering mengukir kesemuan dalam setiap masa depan, bahkan itu milikku sendiri..
Maaf aku terlalu angkuh, terkadang, hingga tak peduli katamu..
Maaf aku tak sempurna walau dengan kelebihanku..
Maaf menjadikannya bonus bukan sekedar niatanku tapi tujuanku dan itu akan nyata ketika kau berada lagi didepanku dalam nyata..
Maafkan aku, kamu.. Iya kamu..

Kapanpun aku siap.. Bahkan sekarang adalah waktu terbaik memastikan segalanya karena hati bukan pilu, tapi sendu tak ingin terpisah..

Teruntuk kamu.. Iya! kamu..

Minggu, 06 November 2011

Jika itu hanya..

Menyayangi itu lebih dari memperlakukan sesuatu dengan baik dan dibanggakan..
Menyayangi itu pengorbanan..
Menyayangi itu seperti mengenggam sesuatu ditangannya agar tak lepas tapi tak juga erat takut menyakiti..
Menyayangi bukan melakukan segalanya, tapi menjadi diri sendiri yang terbaik..
Menyayangi itu layaknya pasir dengan pantai, layaknya petani dengan padi, layaknya akar dengan batang pohon dan layaknya matahari pada bintang..
Tak berat.. Tak berbeban..
Tapi letih.. Perih jika hanya meletakkan tanpa menadah..
Ngiilu jika mata sang penglihat terbeban oleh arang..
Menusuk.. Jika tapakku masih beralas tapi tak ada yang tunjukkan..

Sabtu, 05 November 2011

Karena ini rindu..

Diantara fajar dan kelam ini ku terbangun.. Entah mengapa ku terbangun, tak biasanya seperti ini..
Tiba-tiba teringat bintang diluar apakah dia masih di ufuk selatan sendirian..
aku takkan biarkan dia sendirian..
Ku kan temani dia..
Tak lama, baru kusadari kini bintang itu sudah ada di ufuk barat..
Tak sendiri, ada didekatku..
Dengan tapakku, aku bisa raih genggamannya..
Dengan tapakku, aku bisa raih dekapannya..
Dengan tapakku, aku bisa raih kehangatannya..
Karena selama ini aku begitu merindukannya..
Merindukan dia berada di ufuk itu, ufuk dimana ku tak sendiri..
Merindukan dia temani hariku, hariku dalam nyata..
Kini.. Sampai 168 kedepan, dia bersamaku..
Dia dekat..
Dia bisa kugapai dengan tapak..
Sekali lagi aku rindukannya..
Tak ingin dia lekas pindah lagi..
Karena aku terlalu rindukannya..
Sangat rindukannya..
Diantara remang merdu syahdu Panggilan subuh..
Ku berdoa..
Agar ini terlewati sangat lama, atau malah tidak pernah berlalu..
Karena aku terlalu merindunya..