Sabtu, 12 November 2011

Seminggu..

Hai impian nyataku.. 168 ini sangat berharga.. Meraskan genggaman itu penuh kekuatan.. Menyandarkan kepalaku dibahumu itu meluapkan rindu.. Mendekap eratmu itu menghangatkan..
Boleh sejenak ku tatap matamu?
Maka aku akan berkata, "Segeralah.. Hatiku sungguh tak tenang.."
Boleh sekali lagi sejenak ku tatap matamu?
Maka aku akan berbisik, "Raih hidupku untuk hidupmu.."
Lalu dengan leganya aku tersenyum..
Menanti tanganmu genggam aku, lalu menarikku dengan lembut untuk segera bersamamu..
Menanti bahumu selalu ada bahkan disaat suram, kelam dan legam..
Menanti dekapanmu yang sambil membisikkan sejuta kata yang bermakna "Mari..Kita bersama.."
AKU AKAN BERLARI SEKENCANGKU DAN BERTAHAN SETEGAR HATIKU..
Agar bisa wujudkan semua nyata impian..

Oh ya..
Burung layang diantara awan itu takkan buatmu jauh dariku..
Karena hanya jiwa yang mendesah, berkata, melenguh dan berbisik..
Karena hanya jiwa yang mampu ungkapkan gelisah, rasa dan asa..
Bukan angin. Bukan angin. Bukan angin..

Salam hangatku untuk peraduanmu.. Sabar ini akan selalu membelengguku, karena aku yakin suatu nanti, belenggu ini akan berwujud pakaian tetesan haru perjuangan..
Salam hangatku juga untuk peraduanmu, siapkan dirinya.. Aku segera kesana :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar