Hampir genap dua bulan, gue megang ijasah tapi tidak melakukan apapun alias pengangguran. Mungkin diawal- awal sedikit menikmati, karena akhirnya istirahat dari segala kesibukan dan kejenuhan waktu kuliah semester akhir kemarin. Masih bisa main, masih bisa jalan- jalan, masih bisa ketawa- ketawa, masih sering beli ini iyu dan pastinya masih punya semangat yang besar. Di pertengahan, mulai down karena sudah agak terlalu lama gak ngapa-ngapain. Dompet semakin gak bernyawa, gak bisa beli ini itu, gak bisa main, gak bisa mewujudkan keinginan- keinginan gue dulu waktu kuliah saat udah lulus nanti dan sudah mulai kehilangan semangat. Tapi ketika bertemu dengan teman- teman seperjuangan yang masih mengalami hal yang sama, gue masih bisa senyum, masih ngumpulin semangat lagi buat berusaha dan berjuang. Walaupun udah mulai jenuh banget sama kegiatan yang ini- ini saja. Dan juga uda mulai meringis sendirian dikamar, entah dengan alasan apa.. Mungkin jenuh, atau mungkin kenyataan tidak sesuai dengan harapan- harapan gue. Sampe disini, sempat terlintas diotak gue buat gak kerja sesuai profesi, mulailah melamar di perusahaan ini itu dengan jabatan yang kadang gue gak paham. Dan beberapa panggilan untuk wawancara pun dateng, dua wawancara gue jabanin, sisanya tidak karena terlanjur merasa bersalah. Bersalah sama orang tua dan diri gue sendiri. Setengah mati gue selesain kuliah di tempat itu, apa iya gue musti kerja yang ujung-ujungnya ilmu gue gak terpakai sama sekali? Akhirnya gue hentikan. Dan orang itu pulang untuk lebaran haji, cerita ini itu tentang profesi dia yang gak jauh (satu lapangan) sama profesi gue.. Ya Allah.. Makin merasa bersalah aja. Dan makin pengen buat menerapkan semua ilmu yang udah pernah gue dapet selama kuliah. Rasanya seperti menyia-nyiakan kesempatan untuk menolong orang lain kalo ilmu itu gak dipakai. Okey semangat! Saat orang itu balik keperantauannya dan tak satupun harapan itu datang, rasanya benar-benar jatuh, benar- benar merasa dibawah. Benar- benar merasakan kesulitan. Kesulitan dicampur dengan kejenuhan dan berbagai tekanan. Ya Allah.. Semoga aku kuat.. Walau gak tau sampai kapan.. Aku malah berpikir ingin tidur sampai episode ini berakhir..
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan..."
(QS : AS-SYARH : 5)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar