Hai kamu..
Iya kamu..
Terima kasih telah membuat celah terang di sisi janggalku..
Terima kasih telah menjadi jari-jari dalam setiap tulisanku..
Terima kasih telah menjadi guru dalam kedewasaan..
Terima kasih telah menaungiku walau tak segenap hatimu..
Terima kasih telah diizinkan menyapamu dengan akrab..
Terima kasih telah kau pinjamkan bahumu sejenak dalam nyata..
Terima kasih telah menjadi kaki palsuku disaat ku pincang..
Terima kasih telah menjadi pengemudi sesaat..
Terima kasih telah mengajarkanku mengukir harapan nyata di masa depan..
Terima kasih telah memberitahuku banyak tentang dunia, walau banyak yang tak ku dengarkan..
Terima kasih telah menjadi sempurna dengan kekuranganmu..
Terima kasih akan seluruh niatanmu membuatnya menghasilkan bonus, bukan sekedar pencarian..
Terima kasih kamu.. Iya kamu..
Maaf aku tak pernah jadi terlalu terang dalam setiap sisiku..
Maaf aku tak pernah menulisnya dengan baik walau jari-jariku hampir luka..
Maaf aku bukan murid terbaik dalam setiap pelajaranmu..
Maaf terkadang aku masih basah kuyup walau payungmu telah aku buka dengan luas..
Maaf terkadang aku tidak menyapamu dengan baik..
Maaf mungkin sering aku sombong dan tak butuhkan bahumu..
Maaf aku sering terjatuh dan merepotkanmu..
Maaf aku bukan penumpang yang baik..
Maaf aku sering mengukir kesemuan dalam setiap masa depan, bahkan itu milikku sendiri..
Maaf aku terlalu angkuh, terkadang, hingga tak peduli katamu..
Maaf aku tak sempurna walau dengan kelebihanku..
Maaf menjadikannya bonus bukan sekedar niatanku tapi tujuanku dan itu akan nyata ketika kau berada lagi didepanku dalam nyata..
Maafkan aku, kamu.. Iya kamu..
Kapanpun aku siap.. Bahkan sekarang adalah waktu terbaik memastikan segalanya karena hati bukan pilu, tapi sendu tak ingin terpisah..
Teruntuk kamu.. Iya! kamu..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar